Minggu, 17 April 2016

Prosedur Pelayanan Makanan dan Minuman
1.Prosedur pelayanan makanan dan minuman di restoran
Sebelum para tamu datang di restoran, beberapa hal yang harus disiapkan oleh waiter/waitress meliputi:
a. Menyiapkan meja makan
Hal pertama yang akan dilakukan oleh waiter/waitress adalah menyiapkan atau memeriksa meja makan, apakah meja makan sudah terletak rapih, lengkap dan bersih sehingga siap untuk dipergunakan oleh tamu yang sudah memesan tempat ataupun yang belum. Pergunakan lap dan bahan pembersih untuk membersihkan meja makan. Gunakan moulton atau under cloth agar permukaan meja tidak cepat rusak bila meletakkan benda-benda panas diatasnya, dan agar permukaan meja makan menjadi lebih rapih serta tidak menimbulkan suara bila diatasnya diletakkan alat makan. Bentangkan taplak meja makan yang baik dengan cara meletakkan lipatan tengah taplak ditengah-tengah meja makan dan baru kemudian membuka lipatan-lipatan selanjutnya. Hindari kecerobohan agar jangan sampai ada lipatan atau permukaan yang menggelembung, kemudian tata meja makan secara tepat, rapi dan lengkap dengan china ware, glass ware, silver ware dan napkin. Lengkapi juga dengan asbak, tempat garam dan merica, vas bunga dan sebagainya.
b. Mise en scene
Mise en scene adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan ruangan kerja dan lingkungannya sehingga menjadi menyenangkan, nyaman, aman dan bersih. Kegiatan yang dilakukannya yaitu:
  • Karpet telah dibersihkan baik dengan penyedot debu atau vacuum cleaner
  • Semua meja dan kursi siap dipergunakan untuk melayani tamu
  • Lampu meja dan dinding harus menyala
  • Menu (daftar makanan) harus rapi, bersih dan menarik
  • Pintu utama dibuka untuk beberapa saat agar udara dari luar masuk
  • Tutup pintu, nyalakan air conditioning untuk mendapatkan suhu udara yang nyaman
  • Taplak meja yang kotor kusut atau cacat harus diganti dengan yang baik dan bersih
  • Bunga dalam vase yang telah layu diganti dengan yang segar
c. Mise en place
Mise en place adalah meletakkan alat makan yang sudah bersih siap dipakai, ditata, diatur dan di susun dengan rapih; dikelompokkan menurut jenisnya dan diletakkan di tempat tertentu terutama dalam side stand atau meja samping .
d. Side board/side stand/dummy waiter
Side board adalah sebuah perabot (furniture) yang terdiri dari lacilaci atau lemari yang cukup luas untuk menyimpan alat-alat seperti linen (under cloth, napkin, table cloth), cutlery(macam pisau, sendok, garpu),crockery(macam cangkir dan piring) untuk melayani sejumlah tamu dalam station. Sebelum restoran dibuka, side stand harus dilengkapi dengan:
  • air es dalam water pitcher yang dialasi dengan piring yang diberi serbet makan
  • saus yang digunakan seperti; tabascho,tomato ketchup, chili, maggi sauce, mustard sauce, soya dan lain-lain
  • tusuk gigi/toohpicks diisi penuh
  • tempat gula(sugar bowl) diisi penuh dan dilengkapi dengan sendoknya
  • asbak(ashtray) yang sudah bersih dan dilap kering
  • sendok dan garpu yang akan dipergunakan, sebaiknya jumlahnya 2,5 lipat dari jumlah yang pergunakan untuk menutup meja makan satu station
  • baki, piring untuk alas, piring tadah remahan (crumbing plate), dessert plate, bread plate, dinner plate, gelas tersusun rapih.
  • kertas tisu dan alas(doyley napkin)
  • tempat garam, merica yang telah diisi dan dalam keadaan siap pakai.
Side Board ( kiri ), Side Stand ( kanan )

Setelah persiapan sudah dilakukan hal berikutnya adalah melaksanakan pelayanan makanan dan minuman sesuai dengan prosedur yang ada, umumnya prosedur yang dilakukan di restoran adalah sama, namun tetap memperlihatkan ciri khas restoran. Prosedur yang dilakukannya yaitu:
1.Melakukan penanganan pemesanan tempat
Pelayanan pemesanan tempat umumnya dilakukan oleh tamu dengan menelpon ke restoran, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penuhnya tempat pada saat jam sibuk atau
ramainya restoran, adapun prosedur penanganan pemesanan
tempat yaitu:
  • Menyapa tamu; menjawab telepon dengan segera sambil mengatakan” Good afternoon, Oriental café, Dini speaking, how may I help you?”, Berbicaralah dengan suara yang jelas, ramah dan sopan.
  • Mencatat rincian pesanan; dengarkan baik-baik permintaan tamu dan catat rincian nya, kemudian pindahkan data pada buku pesanan, data tersebut antara lain: jumlah orang yang akan datang, nama pemesan, tanggal dan jam kedatangan, nomor kamar atau nomor yang bisa dihubungi, permintaan khusus seperti:area bebas asap rokok, area/tempat pribadi (private room)dsb
  • Mengulang rincian data pemesanan .
2.Menyambut tamu
Di dalam industri jasa, kesan pertama sangat mempengaruhi image tamu, oleh sebab itu penyambutan yang baik sangat berperan, jika mengetahui nama tamu, sambut dengan cara
menyebutkan namanya. Hindari menyambut dengan menanyakan apakah sudah memesan tempat atau belum? Lebih baik mengucapkan “Good evening, may I help you?, setelah itu baru menanyakan apakah sudah memesan tempat atau belum?, setelah itu arahkan tamu ke tempat yang sudah ditentukan.
3.Memberi tempat duduk 
  • Pemilihan tempat duduk, hendaknya dilakukan sesuai dengan kesenangan tamu, khususnya untuk tamu yang sudah seringkali datang di restoran,
  • Memberi pelayanan tempat duduk dengan urutan seperti:wanita, anak berusia 2 s.d. 8 tahun, tamu penting, yang paling tua
  • Mempersilahkan tamu duduk, dengan cara mendorong kursi perlahan kearah dalam, saat tamu akan duduk .
4.Menyodorkan menu kepada tamu
Menyodorkan menu dilakukan oleh captain, setelah menempatkan napkin dipangkuan tamu, menyerahkan menu sebaiknya diberikan terlebih dahulu kepada tamu wanita, baru kemudian kepada tamu laki-laki, hendaknya beri tamu waktu yang cukup untuk mempelajari dan menentukan menu yang ada, ada dua cara saat memberikan menu, dengan cara menu tertutup dan menu terbuka pada halaman pertama, setelah menu diserahkan bantu tamu untuk menentukan pilihanya, bisa dilakukan dengan cara menerangkan menu spesial hari ini
5.Menuangkan air es
Tidak semua restoran otomatis menghidangkan air kepada tamu yang datang di restoran, untuk menambah hasil penjualan, pramusaji akan menawarkan minuman kepada tamu sebelum mereka makan
6.Menghidangkan roti dan mentega
Pada restoran mewah, tamu-tamu yang datang akan diberi roti dan mentega, namun beberapa restoran hanya akan memberi roti jika tamu memesan sup, sedangkan jika tidak memesan sup maka tidak akan diberi roti dan mentega, ada beberapa keuntungan jika tamu diberikan roti yaitu agar tamu tidak merasa menunggu makanan apabila makanan yang dipesannya memerlukan waktu pembuatan yang agak lama
7.Mencatat pesanan tamu
Beberapa restoran, tugas mencatat menu tamu dilakukan oleh captain, namun ada juga yang mencatat menu adalah waiter, hal ini tidak menjadi suatu keharusan tugas siapa. Menu yang dipilih oleh tamu akan dicatat pada captain order.
8.Memberikan pesanan ke dapur (kitchen)
Pesanan segera diberikan ke dapur, umumnya captain order dibuat 3 rangkap, asli akan diberikan ke dapur, salinan pertama kepada kasir sedangkan salinan kedua menjadi arsip restoran.
9.Menyesuaikan peralatan makan
Perlu dilakukan penyesuaian terhadap peralatan makan yang sudah tersedia di meja, penyesuaian ini dilakukan sesuai dengan menu yang dipesan oleh tamu, kemungkinan akan mengurangi atau menambah peralatan makan.
10.Menghidangkan makanan
Seperti telah dijelaskan bahwa tipe pelayanan ada bermacammacam tergantung dari jenis restorannya, seperti misalnya: plate service/American service, gueridon service, platter service dan sebagainya. Gaya pelayanan yang baik ialah ramah,sopan, cepat dan tepat. Di dalam bidang pelayanan ada kata kunci yang harus sering diucapkan oleh pramusaji, misalnya: silahkan, maaf, terima kasih, selamat makan. Sebelum memberikan makanan dan minuman di meja seharusnya seorang waiter mengetahui siapa yang akan dilayani terlebih dahulu, hal ini disebut dengan alur pelayanan. Jika pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang formal/resmi, maka urutan siapa yang akan dilayani terlebih dahulu harus diperhatikan. Beberapa saat setelah makanan dihidangkan diatas meja dan tamu mulai makan, maka pramusaji perlu datang mendekat dan menanyakan kepada tamu, apakah segala sesuatunya sesuai dengan keinginan dan selera tamu, pramusaji selalu harus memperhatikan tamu-tamu yang sedang bersantap, kalau membutuhkan sesuatu. Gelas air tidak boleh dibiarkan sampai kosong, gelas anggur diisi kembali kalau tamu minum anggur, atau menawarkan kembali jika anggurnya sudah habis.
11.Mengangkat peralatan kotor
Hal ini dilakukan dari sebelah kanan tamu kecuali piring roti dan salad, karena keduanya memang terletak disebelah kiri tamu
12.Membersihkan meja
Crumb adalah serpihan roti dan crumbing berarti membersihkan meja dari serpihan roti dan kotoran lainnya, crumbing ini dilaksanakan setelah tamu selesai menikmati makanan utama,
dengan maksud memberikan keadaan yang tetap bersih dan menyenangkan ketika tamu menikmati dessert/makanan penutup.
13.Menawarkan makan penutup
Pada beberapa restoran tersedia kereta dorong yang berisi kuekue atau jenis makanan penutup lainnya. Kereta didorong kedekat tamu sehingga memudahkan tamu memilih kue/dessert yang disukai ataupun kalau tidak menggunakan kereta dorong, pramusaji dapat menawarkan dessert melalui menu yang ada, yang selalu harus diingat oleh pramusaji adalah berusaha menjual makanan dan minuman sebanyak mungkin dalam rangka meningatkan hasil penjualan.
14.Menawarkan kopi/teh
Kopi atau teh dihidangkan setelah tamu selesai menyantap makanan penutupnya. Kita mengenal beberapa istilah dalam kopi, ekspresso adalah kopi normal, sedangkan ristretto adalah kopi yang porsinya kecil tetapi kadar kafeinnya tinggi, kedua macam kopi ini lebih enak rasanya apabila dibuat dengan menggunakan mesin pembuat kopi.
15.Menangai pembayaran tamu
Apabila tamu setelah makan dan minum, maka pramusaji harus segera menghubungi kasir untuk mempersiapkan bon tagihan kepada tamu. Hal ini dilakukan agar tamu tidak menunggu terlalu lama, apabila hendak membayar. bon tagihan tersebut akan disodorkan apabila tamu memintanya. bon atau sering disebut bill ditaruh diatas baki kecil untuk ”cash tray”. Ada dua kemungkinan dalam menangani pembayaran ini, pertama tamu akan membayar kontan atau menggunakan kartu kredit, yang kedua khusus untuk tamu yang tinggal di hotel, diperbolehkan menandatangani bill tersebut untuk kemudian ditagihkan pada saat tamu akan chek out.
16.Mengantarkan tamu
Adalah suatu tindakan terpuji apabila ada seseorang mengantarkan tamu sampai ke pintu keluar. Pramusaji harus selalu mengucapkan terima kasih atas kedatangan tamu tersebut ke restoran dan mengharapkan/mengundang para tamu untuk berkunjung kembali
17.Menata meja
Setelah tamu meninggalkan meja, pramusaji segera membersihkan dan menata kembali meja tersebut, agar tamu lain yang datang dapat segera menempatinya.
2. Prosedur pelayanan makanan dan minuman ke kamar tamu
Segala sesuatu yang terjadi pada pelayanan ke kamar, akan banyak tergantung kepada apa yang terjadi dalam hubungan tamu dengan order taker melalui telepon, dan mencatat pesanan tamu melalui telepon. Orang yang bertugas di room service untuk mencatat pesanan tersebut dinamakan order taker. Mencatat pesanan tamu melalui telepon, biasanya dilaksanakan oleh bagian room service (pelayanan kamar), mencatat pesanan makanan/minuman melalui telepon agak sedikit lebih sulit jika dibandingkan secara langsung apalagi kalau tamu yang dihadapi adalah orang asing. Taking order yang melakukan pemesanan hidangan makanan untuk tamu yang ingin makan/minum memerlukan tehnik atau tata cara khusus selain kemampuan berbahasa yang baik, juga harus memiliki sopan santun serta kemampuan berkomunikasi, yang tidak kalah pentingnya kemampuan dalam menguasai bahan untuk menjadi salesman yang berhasil, pendengaran harus jelas dan mengerti akan pembicaraan tamu atau apa yang diminta oleh tamu melalui telepon tersebut. Beberapa hal yang akan dilakukan pada saat memberikan pelayanan makanan dan minuman yaitu:
a. Siapkan kertas untuk mencatat pesanan tamu yang bisa berbentuk buku kecil
b. Segera angkat telepon jika berdering dan jawablah secara sopan dengan mengucapkan salam seperti “good morning, room service, Susan speaking, may I help you?
c. Catat segera nomor kamar dari mana panggilan telepon itu datang
d. Selalu berusaha memberikan informasi yang dapat meningkatkan penjualan.
e. Setelah mencatat pesanan, order taker harus mengulangi pesanan tersebut dengan cara membacakan nomor kamar, jumlah, jenis makanan yang diinginkan, sekaligus memberikan
perkiraan waktu pengantarannya
f. Akhiri pembicaraan dengan menanyakan hal lain yang bisa dibantu dan mengucakan salam
g. Biarkan tamu, menutup telepon terlebih dahulu, dan mengucapkan terima kasih pada akhir pembicaraan
h. Pindahkan semua pesanan yang sudah dicatat kedalam bon pesanan (order slip) dengan menyertakan keterangan yang diperlukan sehingga bagian pengolahan makanan atau bar tidak salah dalam menyiapkan pesanan tersebut, dan pesanan untuk makanan harus dipisahkan dari bon pesanan untuk makanan dan minuman sebab pegambilannya juga terpisah. Pesanan tamu (food order) diberi cap oleh order taker dengan time stamp sebagai tanda yang menunjukkan jam berapa pesanan tersebut diterima.
i. Setiap bon pesanan harus dibuat rangkap tiga yaitu yang pertama/asli untuk bagain pengolahan makanan (dapur atau bar) salinan yang pertama untuk kasir guna dibuatkan bill, salinan yang kedua untuk room service
j. Bon pesanan yang sudah dibuat kemudian diberikan kepada pramusaji yang akan diteruskan ke dapur
k. Selama menunggu makanan yang sedang disiapkan oleh bagian dapur pramusaji akan menyiapkan baki/trolley beserta peralatan makanannya sesuai dengan pesanannya
l. Setelah semuanya siap, pramusaji kemudian mengirimkan pesanan tersebut kekamar tamu, setelah sebelumnya diperiksa oleh atasannya (captain), sambil membawa bon, hal penting yang harus selalu diingat oleh waiter adalah pada saat pesanan tersebut akan dikirim ke tamu harus membawa bon yang sudah disiapkan sebelumnya oleh kasir
m. Sebelum memasuki kamar tamu, pramusaji harus mengetuk pintu dan memberitahu kedatangannya kepada tamu dengan mengatakan room service, sebelum ada jawaban dari tamu yang mempersilahkan, maka penyaji tidak boleh membuka pintu apalagi memasuki kamar tamu.
a. Setelah masuk kamar, maka pramusaji memberi salam seramah mungkin kepada tamu serta langsung menyiapkan/meletakkan makanan dan minuman ditempat yang dikehendaki oleh tamu
b. Setelah selesai menyiapkan makan dan minuman serahkan bon kepada tamu untuk ditandatangani, kemudian bawalah kembali bon tersebut ke room service dan serahkan ke kasir yang seterusnya akan mengirimkan bon tersebut ke bagian kantor depan, jangan menyimpan bon tamu untuk menghindari late charges
c. Pada waktu akan meninggalkan kamar tamu jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan selamat menikmati hidangan, kemudian menutup kembali pintu kamar tamu
d. Nomor kamar dan waktu pelayanannya, serta apakah akan dipergunakan tray atau meja harus dicantumkan pada clearing chart yang diisi oleh waiter setelah mengantarkan hidangan tersebut ke kamar, sebagai tanda untuk dilakukan clearing.

Struktur Organisasi Hotel

Berikut ini adalah uraian jabatan-jabatan yang umumnya terdapat pada hotel besar: Perkembangan Industri Perhotelan dan Pariwisata memang memberikan dampak yang seginfikan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu kita harus mengetahui secara lebih dalam jabatan jabatan Umum yang terdapat dalam hotel besar. Seperti pada uraian dibawah ini :

1. General Manager
General Manager adalah puncak pimpinan dari sebuah struktur organisasi hotel. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan penyelenggaraan hotel dan kinerja seluruh karyawannya.

2. Assistant General Manager atau Executive Assistan Manager.
Yang ke dua dari  struktur organisasi hotel adalah : Assistant General Manager atau Executive Assistan Manager adalah wakil General Manager. Jabatan ini pada umumnya ada di hotel-hotel besar di mana General Manager perlu dibantu dan didukung oleh Assistan General Manager. Penanganan tugas-tugas manajemen yang telah dirumuskan dan diarahkan oleh General Manager dilaksanakan dan dikomunikasikan kepada Assistant General Manager. Selanjutnya diteruskan ke Departmen Head.

3. Controller
Controller adalah akuntan internal hotel. Controller bertanggung jawab atas efektivitas pengelolaan administrasi dan penyajian data keuangan yang disusun setiap hari. Ia akan dimintai pendapat dan pandangannya dalam hal keuangan hotel.


4. Plant Engineer
Plant Engineer adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, pengelolaan, dan perbaikan seluruh aset yang meliputi: gedung hotel, perlengkapan mekanik dan elektronik, dan energi hotel. Pengelolaan listrik, gas, dan air adalah tanggung jawab plant engineer.

5. Executive Housekeeper
Executive Housekeeper adalah pemimpin departemen yang memiliki kemampuan merencanakan, mengorganisasi, Dan mengevaluasi pekerjaan dibidang housekeeping. Ia bertanggung jawab atas kebersihan kamar-kamar tamu dan area umum yang dimiliki hotel.

6. Human Resources Development Manager
HRD Manager adalah pejabat yang bertugas mengelola sumber daya manusia untuk keberhasilan hotel. HRD Manager harus menguasai hukum dan perundang-undangan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Ia bertugas menerima dan mengangkat pegawai baru, menyelenggarakan semua administrasi kepegawaian dan kegiatan karyawan, serta mengadakan pelatihan terhadap karyawan.

7. Recreation Director
Recreation Director adalah pejabat yang bertugas mengelola kegiatan hotel yang berkaitan dengan kegiatan rekreasi di area hotel.

8. Marketing and Sales Director
Marketing and Sales Director adalah pejabat yang menentukan keberhasilan hotel dalam menjual produk hotel kepada konsumen.

9. Food & Beverage Manager
F&B Manager adalah pejabat yang bertugas mengelola Food and Beverage Department Untuk dapat menyajikan makanan dan minuman berkualitas yang disenangi tamu. Merencanakan menu, memastikan bahwa setiap bawahanya dapat menyajikan makanan dengan cepat dan ramah, dan mengendalikan biaya Food and Beverage Department.

10. Front Office Manager
FO Manager adalah pejabat hotel yang bertanggung jawab atas pengelolaan kantor depan.

11. Security Director
Security Director bertanggung jawab atas keamanan hotel secara keseluruhan. Ruang lingkup pengamanan hotel meliputi para karyawan, para tamu, dan aset hotel. Security perlu menciptakan kondisi yang aman sehingga tamu betah tinggal di hotel dan para karyawan bekerja dengan nyaman.

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang GRO Hotel

Guest Relation Officer Hotel adalah salah satu petugas yang
berhubungan langsung dengan tamu, mereka adalah orang pertama yang
menyambut dan memberikan salam pada saat tamu tiba. Demi memberikan
pelayanan yang terbaik kepada tamu seorang GRO harus memastikan selama
tamu menginap mereka mendapatkan kesan atau atau pengalaman yang tak
terlupakan. Posisi GRO juga memastikan tamu merasa senang dan nyaman
sejak pertama kali mereka menginjakan kaki sampai mereka pergi
meninggalkan hotel.

  • Responsible
Seorang GRO harus memiliki kemampuan untuk menghafal atau mengenali
nama nama tamu, walaupun GRO tidak dapat menghafal nama seluruh tamu
yang menginap pada saat itu, mereka setidaknya bisa menghafal tamu
tamu tetap (repeater guests).


GRO menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada tamu yang tiba dan
mengucapkan salam perpisahan saat tamu akan pergi. GRO meriview daftar
tamu harian yang akan tiba (Expected Arrival List) mendampingi,
menyiapkan dan mendistrubusikan aminities untuk menyabut tamu tiba.
GRO bertugas mengantar tamu VIP ke kamar dan megecek kondisi
kamar-kamar tersebut sebelum tamu masuk. GRO harus bertindak sigap dan
tangkas dalam membantu tamu sesuai apa yang mereka butuhkan. Ketika
ada komplain, GRO akan mengizinkan tamu untuk berbicara terlebih
dahulu kemudian menawarkan solusi.

GRO mencatat segala aktifitas harian di logbook untuk memastikan
petugas shift selanjutnya mengetahui segala sesuatu yang membutuhkan
perhatian ekstra (Extra Attention). Seorang GRO juga harus selalu
menjaga sikap ramah tamah dan etika dalam menyambut tamu, selain itu
GRO juga mempromosikan seluruh fasilitas hotel dan mengetahui area
sekitar jika suatu saat tamu menanyakan arah,
GRO harus menghafal dan mengenali tempat tempat terbaik untuk
berwisata, berbelanja dan wisata kuliner.


  • Apperence
Seorang GRO harus memperhatikan standar grooming. Memakai pakaian yang
lengkap sesuai dengan peraturan dari manajemen hotel, mereka juga
harus menggunakan 'name tag' agar tamu mengetahui nama mereka, rambut
harus selalu rapi dan memiliki warna yang natural. GRO wanita harus
menggunakan riasan yang tidak berlebihan, harus tetap terlihat simpel,
profesional, dan alami. GRO juga memastikan kuku kuku jari mereka
bersih, tidak ada tato dan tindikan di area wajah kecuali telinga.
Karena hampir seluruh kegiatan GRO berbicara dengan tamu, maka dari
itu penting untuk menjaga nafas agar tetap segar, walaupun begitu
mengunyah permen karet pengharum nafas sangat dilarang saat bekerja.


  • Potensi
Seorang GRO dapat mengajukan promosi di perusahaan, seperti contoh GRO
bisa mengajukan posisi di supervisory atau managerial. GRO bisa
menjadi GRO Supervisor/Manager, Front Desk Supervisor/Manager dan bisa
juga menjadi Duty Manager. Untuk meningkatkan karir di managerial GRO
harus mendapatkan pengalaman dan pelatihan tambahan dengan memiliki
pendidikan yang lebih tinggi, selain dari diploma, mereka juga harus
menyelesaikan pendidikan master, program yang cocok adalah seperti
jurusan Pariwisata, Bisnis Administrasi dan Manajemen.

Daftar jaringan hotel

Sebuah rantai hotel adalah sekelompok hotel bermerek yang diatur bersama dalam sebuah aturan bisnis dikenal dengan waralaba atau dijalankan oleh sebuah perusahaan tunggal.
Rantai hotel ini termasuk:

Internasional

Nasional

Daerah (bercabang)

Membersihkan Lokasi Area dan Peralatan

Pedoman menggunakan peralatan
1.             Semua mesin dan peralatan harus dipelihara dalam suatu permintaan pemeliharaan (working order), agar pekerja dapat menggunakannya secara aman dan efektif.
2.             Tidak aman dan rusak harus segera dilaporkan kepada penyelia atau bagian pemeliharaan.
3.             Pegawai harus dilatih dalam penggunaan peralatan dan peralatan mesin.
4.             Pegawai juga boleh minta untuk mengenakan pelindung mata (goggles) atau sarung tangan karet (hand gloves).
5.             Jangan pernah meninggalkan peralatan dan mesin bila tidak digunakan, semua alat dan mesin harus dalam keadaan mati dan simpan ditempatnya.
6.             Jangan pernah menggunakan satu peralatan atau mesin yang tidak dapat dioperasikan dengan baik.
7.             Pegawai tidak diperbolehkan mengoperasikan peralatan elektrik bila ada air, tangan basah atau kain basah.
8.             Jangan mengoperasikan peralatan elektrik dekat benda cair yang mudah terbakar, bahan kimia dan uap air.
9.             Bila peralatan ada percikan api, asap atau uap air segera matikan.
10.         Kabel dan stiker peralatan mesin harus diperiksa secara periodik, peralatan yang tidak ada strum atau kabelnya terkelupas jangan digunakan. 
11.         Peralatan harus dicabut kabelnya secara perlahan.
12.         Ketika menggunakan peralatan listrik, kabel harus dijauhkan dari daerah yang ramai.
13.         Dalam beberapa situasi, simpan kabel pada dinding dan berikan tanda hati-hati pada daerah kerja, rekatkan kabel pada lantai dan berikan tanda hati-hati pada perekatnya.
Alat – alat pembersih
1.                          Alat pengepel basah
2.                          Alat penyapu kering
3.                          Sikat yang bertangkai panjang.
4.                          Sikat tangan.
5.                          Sikat baja.
6.                          Pengikis air.
7.                          Sikat WC.
8.                          Alat penyapu basah.
9.                          Pembersih debu bertangkai panjang.
10.                     Kemoceng.
11.                     Peralatan mencuci, membilas dan mengeringkan.
12.                     Lap debu.
13.                     Lap lantai.
14.                     Spon karet dan lap untuk bagian yang kotor berat.
15.                     Ember.
16.                     Alat pembersih kaca.
17.                     Kotak alat-alat pembersih.
18.                     Semprotan.
19.                     Gayung.
20.                     Keranjang sampah.
Pakaian pelindung
1.                       Sepatu tertutup.
2.                       Helm.
3.                       Jas.
4.                       Masker.
5.                       Kaca mata debu.
6.                       Sarung tangan karet.
Pemilihan dan penggunaan alat – alat pembersih
No
Alat-alat
Kegunaan
1
Kotak perlengkapan pembersih
·                Untuk menyimpan perlengkapan pembersih
·                Untuk menyimpan bahan-bahan pembersih
2
Sapu basah
·                Untuk membersihkan tanah basah
·                Untuk membersihkan sampah-sampah kecil permukaan lantai
3
Sapu kering
·                Untuk membersihkan lantai dari debu dan basah
4
Kemoceng
·                Untuk membersihkan furniture dari debu
5
Alat pembersih kaca
·                Untuk membersihkan permukaan dari air
·                Untuk membersihkan kaca dari debu
·                Untuk membuat permukaan kering dan bersih
6
Semprotan
·                Untuk membersihkan permukaan furniture dari debu yang melekat
7
Sikat tangan
·                Untuk menggosok kotoran di lantai dan tembok
·                Untuk menghilangkan tanah kering atau basah
8
Pembersih debu bertangkai panjang
·                Untuk membersihkan debu di langit-langit atau permukaan yang tinggi
9
Sikat yang bertangkai panjang
·                Untuk menghilangkan tanah kering dan basah
·                Untuk menyikat lantai
10
Ember
·                Untuk menyimpan air dan larutan bahan pembersih
11
Spon karet
·                Untuk membersihkan permukaan yang basah
12    
Sikat baja
·                Untuk membersihkan kotoran dipermukaan keras
13
Sikat toilet
·                Untuk membersihkan bagian dalam WC
14
Kereta roda
·                Untuk menyimpan perlengkapan dan linen housekeeping yang digunakan sehari-hari
15
Keranjang sampah
·                Tempat buang sampah
16
Ember (bucket)
·                Untuk menyimpan air dan larutan bahan pembersih
17
Water scraper
·                Untuk menghilangkan air dari permukaan lantai
18
Pel basah
·                Untuk membersih kotoran yang melekat atau air dipermukaan lantai
19    
Sarung tangan
·                Untuk melindungi tangan dari bahaya bahan kimia
20
Pengki
·                Untuk mengumpulkan debu dan sampah.
Memeriksa peralatan
A.           Memeriksa bahwa peralatan bersih dan disimpan dengan baik:
·                      sebelum dan sesudah digunakan semua peralatan harus bebas dari debu dan bersih.
·                      pastikan kabel bersih dan disimpan dengan benar
·                      peralatan dan mesin-mesin jangan sampai tidak terawat
·                      bila tidak digunakan semua peralatan harus dalam keadaan mati dan disimpan ditempat yang tepat
·                      periksa bahwa metode penyimpanan tepat untuk setiap tipe peralatan.
B.           Memeriksa bahwa peralatan dalam keadaan aman untuk digunakan:
·                      dalam pengecekan peralatan elektrik harus ada perhatian ekstra
·                      jangan mengoperasikan peralatan elektrik, jika tidak dalam kondisi yang aman
·                      pastikan semua bagian dari mesin dalam keadaan baik termasuk stiker dan kabel
·                      gunakan petunjuk dari pabrik untuk penggunaan peralatan secara aman
·                      mengecek peralatan sebelum dan sesudah digunakan
·                      jangan sampai menggunakan peralatan mesin yang tidak dioperasikan secara benar
·                      laporkan setiap kegagalan pemakaian atau kerusakan peralatan.
Jenis bahan pembersih
1.                             Air
2.                             Pembersih kamar mandi
3.                             Penggosok
4.                             Bahan pembersih serbaguna
5.                             Asam
6.                             Alkalis
7.                             Pembersih lemak
8.                             Dulcimers
9.                             Penghilang bau
10.                        Pembaski kuman/bakteri
11.                        Pembersih kaca fiber
12.                        Pembersih logam.
Pemilihan dan penggunaan bahan pembersih
1.             Air
Adalah sangat diperlukan dalam membuat larutan bahan pembersih:
·                Kalsium (Dapat menghambat kemampuan daya bersih suatu detergen)
·                Besi dan sulfur (Penyebab perubahan/perusakan warna)
·                Fosfat (Sebenarnya dapat sebagai pengganti detergent bubuk).
2.             Pembersih kamar mandi
Penting untuk diketahui bahwa bahan pembersih ini adalah yang biasa digunakan di housekeeping, jangan digunakan secara bersamaan. Amonia tidak tersebut boleh dicampur dengan clorida. Bila bahan kimia tersebut dikombinasikan akan membentuk suatu gas yang sangat kuat  (gas phosgene yang bisa mematikan).
3.             Penggosok (Abrasive)
Abrasive adalah zat kimia seperti pasir yang digunakan untuk menghilangkan kotoran yang berat dan untuk pemoles. Abrasives dapat juga digunakan secara aman untuk stainless steel, keramik, perlengkapan makan. Bagaimanapun bahan pembersih ini dapat merusak permukaan marmer atau fiberglass.
4.             Bahan pembersih serbaguna (All purpuse cleaner)
Ada beberapa all purpose cleaner dipasaran. Mereka dapat digunakan untuk mencuci tembok, mengosok lantai, membersihkan bak mandi dan shower serta membersihkan jendela dan kaca. All purpose cleaner kebanyakan kental dan dapat dicampur air.
5.             Asam (Acid)
Sesuai kebutuhan pembersihan yang berbeda-beda. Cairan asam sirat, cuka, sebagai contoh dapat digunakan untuk membersihkan kaca, perunggu dan stainless steel.
6.             Alkalis (Alkali)
Digunakan pada laundry. Alkali dalam bahan pembersih menambah daya bersih dari pada detergen. Mereka juga mempunyai kekuatan pembasmi hama. Khusus alkalis dalam all-purpose cleaner mempunyai ph antara 8 - 9,5. Ph adalah ukuran skala keasaman atau alkalinity of substances composed in water. Ph alaminya adalah 7.
7.             Pembersih lemak (Degreasers)
Disebut juga emulsi atau stabilisator menunjukkan suatu angka yang berbeda produk akan bertindak berdasarkan jenis lemak dan tanah.
8.             Dulcimers
Dulcimers membersihkan kandungan mineral yang dapat memudarkan, kerak dan kotoran hitam pada permukaan lantai.
9.             Penghilang bau (Deodorizers)
Deodorizers atau penyegar ruangan dirancang untuk mengurangi bau tidak enak. Penyegar seperti biasa dapat meninggalkan bekas pada permukaan.
10.        Pembasmi kuman/bakteri  (Disinfectants)
Disinfectants membunuh bakteri, jamur dan lumut. Disinfectants biasanya mahal. Suatu all-purpose cleaner yang bagus menggunakan bahan pembersih yang bagus pula prosedur pembilasan dan pengeringan harus dilakukan dengan baik untuk kebutuhan operasional.
11.        Pembersih kaca fiber (Fiberglass cleaner) 
Kebanyakan bak mandi dan shower set terbuat dari fiberglass. Pembersih khusus yang tersedia untuk membersihkan permukaan fiberglass tanpa goresan.
12.        Pembersih logam (Metal cleaner)
Beberapa oil based metal cleaner membersihkan kotoran pada logam yang tipis, lapisan pelindung pada permukaan logam. Lapisan pelindung ini sering mengangkat sidik jari, bila memudahkan kain. Lapisan ini dapat merusak banyak kain.
Penggunaan bahan kimia yang aman
1.                       Membaca label kaleng dan mengikuti petunjuknya.
2.                       Pastikan bahwa kaleng itu tidak bocor atau rusak.
3.                       Pastikan bahwa label pada kaleng benar.
4.                       Petugas harus memakai alat pelindung seperti masker, sarung tangan, kaca mata debu bila perlu.
5.                       Jangan mencampur bahan kimia.
6.                       Ammonia tidak boleh dicampur dengan chlorine.
7.                       All-purpose cleaner umumnya kental dan dapat di campur dengan air sesuai kebutuhan pembersihan yang berbeda-beda.
8.                       Abrasives dapat digunakan dengan aman pada stainless steel, ubin keramik, dan beberapa peralatan berbahan kaca dari Cina.
9.                       Jangan gunakan pelapis bahan kimia pada permukaan keramik.
Menggunakan pakaian pelindung
Menggunakan alat pelindung ini harus diwajibkan untuk dilaksanakan oleh semua staff, dimana tujuan utama adalah untuk melindungi diri.
Perlengkapan pelindung meliputi:
·            Sepatu dengan ujung tertutup
Pegawai harus memakai ini untuk menghindari kecelakaan seperti pada lantai yang basah, jalan yang licin atau dari cairan panas yang tertumpah, dsb.
·            Helm
Digunakan untuk melindungi ketika membersihkan balcon, langit-langit dan dinding.
·            Jas
Diharapkan dapat melindungi kulit dari tumpahan dan untuk para pekerja yang sedang bekerja pada situasi udara dingin seperti pada mesin pendingin.
·            Masker
Dipakai untuk melindungi diri dari uap yang berasal dari bahan kimia, debu dan asap.
·            Kacamata debu
Untuk melindungi mata dari asap debu dan bahan kimia, ketika membersihkan daerah yang sulit dijangkau seperti langit-langit, lubang-lubang angin, kacamata ini juga untuk mencegah jatuhnya debu atau partikel-partikel pada mata.
·            Sarung tangan karet
Dapat dipakai pada saat menuangkan bahan kimia dengan maksud untuk membersihkan atau ketika mencampur bahan kimia untuk membersihkan kolam renang atau penanganan material yang tidak mudah bersih.
 Daerah umum
Jadwal pembagian tugas untuk daerah umum dapat dibuat daftar seperti:
·                harian
·                mingguan
·                bulanan
·                tahunan.
Bagian housekeeping bertanggung jawab atas kebersihan seluruh daerah umum termasuk perlengkapan yang ada.
a.             Internal (bagian dalam)
·                daerah ruang masuk:
-    kantor depan
-    pintu masuk
-    ruang masuk.
·                daerah untuk duduk-duduk
·                jalan diantara kamar-kamar
·                lift
·                tangga
·                kantor pimpinan
·                daerah karyawan
·                area pertemuan:      
-    ruang untuk pesta
-    ruang rapat.
·                kantor untuk aktivitas bisnis
b.            Eksternal (bagian luar)
·                Kolam renang:
-    pusat kebugaran
-    ruang ganti
-    daerah bermain anak-anak
c.              Serambi atas
d.            Daerah tambahan:
·                ruang istirahat
·                tempat jualan
Membersihkan daerah umum
Internal (bagian dalam):
·                daerah ruang masuk:
-            kantor depan
-            pintu masuk
-            ruang masuk
·                daerah untuk duduk-duduk
·                jalan diantara kamar-kamar
·                lift
·                tangga
·                kantor pimpinan
·                daerah karyawan
·                daerah pertemuan
-              ruang untuk pesta
-              ruang rapat
·                kantor untuk aktivitas bisnis
Eksternal (bagian luar):
·                kolam renang:
-              pusat kebugaran
-              ruang ganti
-              daerah bermain anak-anak
·                serambi atas
Additional daerah (daerah tambahan):
·                ruang istirahat
·                tempat jualan:
-            restoran
-            bar
-            club malam
Bagaimana membersihkan daerah umum
Internal:
A.              Area lobby
a.     Jalan masuk
Peralatan sapu dan pengki, alat pengepel dan embernya, bahan pembersih serba guna, pembersih lantai, pembersih kaca, kain pembersih dan busa.
·               Langkah 1; menggosok kerak-kerak air dari lantai menggunakan pe kering, lap atau busa
·               Langkah 2; lantai di sapu, termasuk keset
·               Langkah 3; mengepel lantai
·               Langkah 4; membersihkan kaca-kaca pintu luar dalam, dikerjakan dari atas ke bawah
·               Langkah 5; membersihkan bagian pintu yang bukan kaca, perhatikan dengan teliti bekas sidik jari yang menempel dan sekitar pegangan / kunci pintu
·               Langkah 6; poles pegangan dan kunci pintu
·               Langkah 7; bersihkan jejak-jejak dari orang dan binatang
·               Langkah 8; yakinkan bahwa semua keset terhampar lurus dan datar. Pemeriksaan akhir buka setiap pintu yakinkan keseluruhan bersih.
b.    Meja depan (Front desk)
Peralatan – lap pembersih, spon, alat-alat pembersih debu, alat penyedot debu, sapu, pengki, tempat sampah.
·                 Langkah 1; bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali pada tempat semula, lengkapi korek api
·                 Langkah 2; kosongkan sampah, dan letakkan kembali pada tempatnya
·                 Langkah 3; bersihkan perlengkapan dan dekorasi pada dinding dari debu
·                 Langkah 4; meja depan dibersihkan dari debu dan mengkilatkan permukaan meja. Kerjakan dari atas ke bawah perhatikan dengan teliti bekas sidik jari, noda dan dari bekas tanda lecet
·                 Langkah 5; bersihkan flek-flek pada dinding, periksa noda-noda sekitar saklar dan stop kontak.
·                 Langkah 6; bersihkan debu-debu dengan vacuum cleaner bagian dalam meja, lindungi semua bagian yang kena matanari, terutama karpet yang dapat dijangkau termasuk dibawah meja dan kursi gunakan sapu untuk menjangkau bagian-bagian yang susah dan pinggir.
c.      Lobby
Peralatan – pembersih kaca, sapu dan pengki, pel dan ember, pembersih serba guna, pembersih lantai, kain pembersih dan spon, alat-alat pembersih debu, penyedot debu dan tempat sampah.
Aktifitas malam hari:
·               Langkah 1; bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali ke tempatnya
·               Langkah 2; ambil kertas-kertas dan sampah dan laporkan jika ada barang-barang tamu yang tertinggal ke penyelia anda
·               Langkah 3; kosongkan tempat sampah, dan letakkan kembali ke tempatnya
·               Langkah 4; bersihkan kaca dan jendela, termasuk kaca diatas meja
·               Langkah 5; bersihkan debu pada perlengkapan dan pesawat telepon
·               Langkah 6; bersihkan tempat minum dan keringkan sekitar tempat minum dan bersihkan juga tombol-tombolnya
·               Langkah 7; bersihkan flek-flek di dinding dan perabot yang di dinding. Bersihkan debu pada bagian atas dan sisi-sisi pigura lukisan
·               Langkah 8; bersihkan debu-debu pada pegangan tangga
·               Langkah 9; bersihkan lantai kayu dan lantai ubun
·               Langkah 10;   bersihkan debu pada lantai karpet dengan vacuum cleaner
·               Langkah 11;   rapihkan perlengkapan mebel termasuk bantal sofa dan kursi.
B.              Koridor
Peralatan – alat pembersih debu ditempat yang tinggi atau yang sulit dijangkau, peralatan pembersih debu, pembersih serba guna, kain pembersih spon, penyedot debu, bola lampu.
·                 Langkah 1; bersihkan debu pada kipas angin, debu dan bagian pojok alat-alat
·                 Langkah 2; bersihkan dan poles dudukan lampu
·                 Langkah 3; ganti bola-bola lampu yang mati
·                 Langkah 4; bersihkan flek-flek pada dinding
·                 Langkah 5; bersihkan bagian luar dalam pintu darurat, bingkai pintu dan rel pintu
·                 Langkah 6; sedot debu pada carpet dengan vacuum cleaner, mulai satu bagian dan diakhiri hingga pada bagian koridor dan kerjakan menuju jalan/pintu keluar.
C.   Lift
Peralatan – kain pembersih dan spon, pembersih serba guna, perlengkapan pembersih debu, pembersih kaca, alat pembersih debu bertangkai panjang untuk bagian yang susah dijangkau, bola lampu, tabung penyedot debu yang mudah dibawa-bawa.
Prosedur:
·                Langkah 1;   keringkan bagian luar dari pintu lift, bersihkan flek dan sidik jari pada tombol luar dan sekitar dinding lift
·                Langkah 2;   kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dekat pintu lift
·                Langkah 3;   periksa ruang lift, kunci atau tekan tombol pengatur, kemudian lift diposisikan terbuka
·                Langkah 4;   bersihkan debu pada lampu langit-langit lift, ganti bila lampu terbakar atau putus
·                Langkah 5;   keringkan bagian yang sering terkena bercak air, pada setiap permukan dinding atau kaca cermin. Mulai dari sudut kanan atas dan dilakukan melintang dan kebawah
·                Langkah 6;   bersihkan dan gosok rel lift
·                Langkah 7;   bersihkan pada bagian tombol-tombol pengendali lift sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
·                Langkah 8;   sedot debu pada karpet lift
·                Langkah 9;   gunakan penyedot debu untuk membersihkan debu dan jejak kaki
·                Langkah 10; tutup pintu lift dan bersihkan pintu bagian dalam.
D.              Kantor pimpinan
Termasuk didalamnya kantor Sumber Daya Manusia, kantor Makanan dan Minuman, kantor Penjualan dan pemasaran, dst.
Prosedur:
·        ambil dan kosongkan sampah dalam tempat sampah dan bersihkan
·        bersihkan debu-debu pada meja secara benar
·        bersihkan noda-noda pada dinding
·        sapu lantai dan kumpulkan sampah-samaph yang jatuh dengan pengki
·        bersihkan debu di karpet dengan vacuum cleaner setiap malam
·        bersihkan lantai, di pel dan keringkan
·        cuci permukaan jendela setiap minggu/setiap bulan
·        lakukan pembersihan total secara periodik biasanya saat tingkat human rendah.
E.   Daerah karyawan
Meliputi:
·        Tempat makan karyawan
·        Tempat ganti pakaian
·        Tempat mandi karyawan
·        Koridor pelayanan
·        Daerah penyimpanan.
F.    Ruang pertemuan
a.     Ruang pesta
b.     Ruang rapat
Di beberapa hotel, karyawan Housekeeping akan bertanggung jawab atas pembersihan kursi-kursi, meja-meja, mebel, dinding, dan lantai, setelah penyajian pelayanan makanan selesai peralatan bekas pakai dipindahkan.
Prosedur:
·        Bersihkan sisa makanan dan bekas noda dari permukaan jok kursi pada saat membersihkan perabot
·        Catat kondisi setiap mebel dan laporkan kerusakan dan noda yang sulit dibersihkan pada penyelia.
Persiapan sebelum melaksanakan pembersihan
1.                 Identifikasi dan tentukan daerah yang perlu dibersihkan dan dikerjakan.
2.                 Informasikan pada bagian yang bertanggung jawab bila pembersihan diharapkan untuk segera dikerjakan.
3.                 Kumpulkan dan periksa bahan-bahan pembersih, peralatan dan perlengkapan.
4.                 Pasang tanda “sedang dibersihkan” jika sedang membersihkan daerah umum untuk menjamin agar tamu tidak terkena resiko bahaya seperti terpeleset akibat lantai basah atau kejatuhan air karena overhead cleaning (bagian diatas kepala).
5.                 Siapkan semua rambu-rambu yang penting sehingga tidak membahayakan tamu dan staf.
Pembuangan sampah dan limbah bahan kimia secara aman
1.             Menangani dan mengatur pembuangan limbah bahan kimia secara aman.
·            Bacalah isi tata cara pelaksanaan
·            Pastikan wadahnya tidak bocor dan rusak
·            Yakinkan wadahnya diberi label yang benar
·            Gunakan alat pelindung seperti masker, sarung tangan bila diperlukan
·            Jangan mencampur bahan kimia
·            Jangan mencampur limbah kimia.
2.             Semua sampah harus dibuang tepat pada waktunya demi kesehatan umum.
3.             Semua tempat limbah harus anti bocor dan kokoh.
4.             Tempat limbah harus dipelihara dan ditangani dalam kondisi yang aman.
5.             Sebelum tempat sampah penuh, gantilah dengan yang baru.
6.             Pembuangan limbah sampah padat.
Setiap pembuangan sampah yang bukan cair atau gas jangan dibuang begitu saja ke sistem pipa.
7.             Sampah
Suatu campuran kertas, karton, plastik, pembuangan kain linen, kotak kayu, perabotan yang rusak, kaleng-kaleng, botol-botol, kaca-kaca dan sampah umum, tidak termasuk limbah bekas makanan dan sampah lain yang telah ditetapkan.
8.                Sampah makanan
Termasuk sampah dari dapur, café, toko dan termasuk potongan-potongan kertas, plastik, pelapis wadah makanan padat dan cair. Tidak termasuk karton-karton dan kotak-kotak kayu, semuanya ini bagian dari sampah.
9.                Membasuh
Sampah cair yang meliputi sampah dari persiapan pembuatan makanan, dapat juga termasuk yang mengandung lemak tetapi tidak dalam bentuk padat.
10.           Kotoran di jalanan
Menyapu kotoran yang melekat, daun, isi keranjang sampah
11.           Sisa yang masih ada (Residu)
Hasil pembakaran termasuk abu, kaleng-kaleng dan botol-botol.
12.           Abu yang beterbangan (Fly Ash)
Abu kertas padat, abu arang, debu, shoot atau partikel lain. Pembakaran benda padat yang menghasilkan produk bakar.


Memelihara dan menyimpan alat pembersih
Tempat untuk penyimpanan peralatan:
·                Lemari tempat menyimpan perlengkapan
·                Gudang untuk peralatan.
1.             Sikat: jangan sampai disimpan dengan posisi bulu sikat di bawah, jika perlu sikat-sikat tersebut harus dicuci dengan air bersih.
2.             Sapu kering: jangan menyimpan dengan posisi bulu sapu dibawah, tapi harus di gantung pada kaitan atau disandarkan ke blok bila tidak digunakan.
3.             Pel: setelah digunakan kain rumbai-rumbai, ember dan alat pemeras, harus dicuci dibilas, dikeringkan dan disimpan di tempat yang vertilasinya bagus. Bila diperlukan dapat dicuci ke laundry.
4.             Kain pembersih: harus dicuci dan dikeringkan setelah digunakan.
5.             Semprotan: lubang jarumnya harus dalam posisi yang benar dan harus dibersihkan setelah digunakan
6.             Ember atau bak: harus dicuci dan keringkan setelah digunakan.
7.             Pel basah: pada akhir pembersihan periodik, katun pembersih debu harus dibersihkan dan disimpan sebagaimana mestinya bahwa ujung pel tidak menyentuh lantai. Kain dan kawat penjepit harus dicuci secara periodik/secara.
8.             Sikat WC: cucilah setelah digunakan dan simpan dalam keadaan kering, pada khususnya untuk sikat yang terbuat dari bahan yang tegak.
9.              Alat penarik air: setelah digunakan karetnya harus dicuci, dibilas dan dikeringkan.
10.        Alat penyedot debu:
Bersihkan kantong debu atau ganti jika perlu. Bersihkan vacuum cleaner dengan membersihkan bagian penggerak, tali kabel dan alat pelengkap dengan lap lembab, cuci dan keringkan tempat penampungan air jika perlu.
11.        Mesin pembersih lantai:
·                   bersihkan bagian-bagian mesin
·                   bersihkan kabel (gulung kembali kabel dengan lap lembab dan cuci bagian proses penggerak, piringan dan landasan
·                   simpan mesin dengan posisi ke atas secara teratur.
12.        Mesin pencuci karpet:
Setelah bekerja kosongkan tangki air dengan cara membuka mulut tangki. Bersihkan kabel dengan lap lembab, bersihkan debu partikel yang tertinggal di sikat bulu. Bersihkan pipa untuk menghindari penumpukan hasil bilasan dan bersihkan rangka mesin dengan lap lembab/kain lap.